GameHolic – Setelah satu dekade berlalu sejak peluncuran game RTS revolusioner Ashes of the Singularity, Stardock dan Oxide Games resmi mengumumkan sekuelnya: Ashes of the Singularity II, yang akan rilis pada tahun 2026.
Sekuel ini membawa kita kembali ke medan perang skala kolosal, tapi kali ini dengan level strategi, intensitas, dan kedalaman gameplay yang jauh lebih tinggi.

Apa yang Baru di Sekuel Ini?
Jika di game pertama pemain hanya mengendalikan AI dan Post-Humans, kini hadir faksi manusia, yaitu United Earth Forces yang merupakan aliansi gabungan antara NATO, China, dan Rusia yang berjuang merebut kembali Bumi dan koloni luar angkasa dari cengkeraman AI dan Post-Humans.


- Faksi Manusia: Fitur paling diminta oleh fans akhirnya hadir. UEF membawa gaya bertarung baru yang lebih organik dan strategis.
- Unit dan Mekanik Baru: Dengan tim pengembang yang lebih besar, gameplay kini punya sistem base-building dan manajemen pasukan yang lebih dalam.
- Kampanye Cerita 2031: Latar waktu dekat masa depan, dengan narasi kuat yang membenamkan pemain dalam konflik global dan antarplanet.
- Multiplayer yang Lebih Kuat: Mode kooperatif dan kompetitif siap menguji strategi kamu bersama teman atau pemain lain.
Brad Wardell, CEO Stardock, menyebut game ini sebagai tonggak baru dalam genre RTS. “Sepuluh tahun lalu kami menetapkan standar baru untuk RTS. Sekarang, kami ingin melampauinya.” Ucapnya.
Ashes of the Singularity II dikembangkan oleh Oxide Games, studio inovatif di balik teknologi grafis multi-core dan dipublikasikan oleh Stardock, penerbit Sins of a Solar Empire.
Untuk perilisannya, Ashes of the Singularity II akan hadir pada tahun 2026, tepat sepuluh tahun setelah game pertamanya. Bagi penggemar RTS sejati, ini bisa jadi game yang paling ditunggu dekade ini.

































