GameHolic – Ajang Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) Business & Conference 2025 resmi ditutup pada 11 Oktober 2025 di Bali.

The Stones Hotel, Bali.
Salah satu sorotan utama tahun ini adalah partisipasi aktif Garena Indonesia, yang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekosistem game lokal.
Garena Bawa Game Karya Anak Bangsa: “Rotasella”
Garena menghadirkan game “Rotasella” karya Tim Flying Dutchman — tim mahasiswa dari ITB yang memenangkan Garena Game Jam 2 awal tahun ini.

Game ini dipamerkan secara eksklusif di booth Garena selama IGDX berlangsung, dan mendapat apresiasi langsung dari Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid.
Tim Flying Dutchman terdiri dari:
- Muhammad Jafar Fadli (Teknik Telekomunikasi)
- Luzhanifa Savina Yasmine (Bio-engineering)
- Izzah Imani (DKV)

Ketiganya berhasil menarik perhatian lewat konsep dan gameplay kreatif yang ditampilkan dalam Rotasella.
Apresiasi dari Pemerintah
Kehadiran Menkomdigi RI, Meutya Hafid, menambah semangat para pengembang muda.

Beliau tidak hanya mengunjungi booth Garena, tetapi juga mencoba langsung game Rotasella, menunjukkan dukungan terhadap karya anak bangsa yang berpotensi bersaing di industri global.
Diskusi Industri Game Mobile
Garena tak hanya hadir sebagai exhibitor, tapi juga berkontribusi dalam sesi panel diskusi bertema “Membedah Pasar Industri Game Mobile”. Diskusi ini menghadirkan:
- Hans Saleh, Country Head Garena Indonesia
- Julio Andryanto, CEO Dream Studio
- Denis Nichifor, Head of Apps Google SEA

Sesi ini membahas peluang dan tantangan pengembang lokal dalam menembus pasar global, serta pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk publisher dan platform digital.
Komitmen Garena untuk Game Lokal
Dengan menghadirkan karya pemenang Garena Game Jam 2 ke panggung IGDX, Garena membuktikan komitmennya dalam menginkubasi dan mempromosikan talenta lokal.
Kehadiran pemerintah dan pelaku industri dalam satu panggung juga memperkuat sinergi demi masa depan industri game Indonesia.

“Rotasella bukan sekadar game, tapi simbol potensi besar yang dimiliki generasi muda Indonesia dalam industri kreatif digital.”





























