GameHolic – Keputusan EA tutup BioWare dan membatalkan proyek terbaru Mass Effect menjadi kabar mengejutkan bagi industri gaming.

Studio legendaris di balik berbagai game RPG populer ini menghadapi masa sulit akibat perubahan strategi bisnis Electronic Arts (EA).

Menurut laporan Bloomberg pada 30 Oktober 2026, EA dikabarkan lebih memprioritaskan investasi untuk proyek Star Wars Battlefront 3 dibandingkan melanjutkan pengembangan Mass Effect terbaru.

EA Pilih Star Wars Battlefront 3

Keputusan tersebut berkaitan dengan besarnya biaya pengembangan game AAA. EA harus menentukan proyek yang dianggap memiliki potensi bisnis lebih menjanjikan.

Star Wars Battlefront 3 disebut menjadi pilihan karena model bisnis game shooter dinilai lebih mudah diprediksi dibandingkan RPG berskala besar seperti Mass Effect.

Selain itu, EA memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan game shooter melalui berbagai waralaba populer.

Tekanan Finansial Jadi Faktor Penting

Kondisi keuangan EA juga menjadi pertimbangan besar. Setelah proses akuisisi senilai sekitar US$55 miliar oleh konsorsium investor selesai pada Agustus 2026, perusahaan menghadapi beban utang yang dilaporkan mencapai sekitar US$18 miliar.

Situasi tersebut membuat EA perlu lebih selektif dalam mengalokasikan anggaran. Akibatnya, proyek dengan risiko finansial lebih tinggi berpotensi kehilangan prioritas, termasuk pengembangan Mass Effect terbaru.

Performa BioWare Ikut Disorot

BioWare dikenal sebagai pengembang game RPG legendaris, seperti:

  • Mass Effect
  • Dragon Age
  • Star Wars: Knights of the Old Republic
  • Baldur’s Gate

Namun, beberapa rilisan terakhir tidak memenuhi ekspektasi perusahaan.

Mass Effect: Andromeda mendapatkan respons beragam, sedangkan Anthem gagal mempertahankan basis pemain. Dragon Age: The Veilguard juga dilaporkan tidak mencapai target penjualan EA.

Kondisi tersebut semakin memperberat posisi BioWare di tengah persaingan industri game.

Bagaimana Masa Depan Mass Effect?

Pembatalan proyek terbaru Mass Effect menjadi pukulan besar bagi para penggemar RPG.

Waralaba ini dikenal berkat cerita mendalam, karakter ikonik, dan pilihan pemain yang memengaruhi jalan cerita.

Meski demikian, pembatalan proyek terbaru tidak otomatis berarti franchise Mass Effect akan berakhir selamanya. Namun, belum ada kepastian mengenai kelanjutan pengembangannya.

Di sisi lain, EA dilaporkan melakukan restrukturisasi dengan memangkas sekitar 400 karyawan, termasuk sekitar 50 orang yang terkait dengan BioWare.

Kesimpulan

Keputusan EA menutup BioWare dan membatalkan Mass Effect terbaru mencerminkan perubahan besar dalam strategi bisnis perusahaan.

Tekanan finansial, performa game sebelumnya, serta prioritas investasi pada proyek Star Wars Battlefront 3 menjadi faktor penting di balik keputusan tersebut.

Bagi penggemar RPG, hilangnya BioWare merupakan kehilangan besar. Kini, masa depan Mass Effect menjadi salah satu hal yang paling dinantikan oleh komunitas gaming.

Sumber: Bloomberg