HP menyatukan para gamer Asia Pasifik pada ajang Grand Final OMEN Challenger Series 2019 di Indonesia

Jakarta, 30 Oktober 2019 – HP Inc. Indonesia mengumumkan dimulainya Grand Final OMEN Challenger Series 2019 di Indonesia. Terinspirasi dari meningkatnya peran kompetisi pada lifestyle gaming modern, OMEN Challenger Series merayakan semangat kompetitif para gamer. Pesta gaming ini akan menjadi tuan rumah bagi 12 negara di Asia Pasifik yang memperebutkan gelar juara dalam turnamen Counter-Strike: Global Offensive (CS:GO) dengan total hadiah US$50,000. Turnamen ini akan diadakan pada 1-3 November 2019 di ajang pameran Indocomtech ke-27, salah satu pameran teknologi terbesar di Indonesia.


“HP mendorong evolusi dan kemajuan komunitas gaming Asia Pasifik dengan Grand Final OMEN Challenger Series di Indonesia. Berkolaborasi dengan Intel dan Valve Corporation, kami sangat bangga dapat menjadi tuan rumah bagi turnamen yang merayakan gaming untuk semua gamer ini. HP memberikan pengalaman gaming yang menyeluruh untuk komunitas di kawasan ini, sembari mendukung kreativitas dan inovasi,” ujar Hansen Wijaya, Indonesia Consumer Personal System Category Lead, HP Inc.
Ajang OMEN Challengers Series ini hadir dengan berbagai entertainment untuk masyarakat. Selain turnamen CS:GO, para gamer dan pengunjung dapat menonton kompetisi Cosplay dan Coswalk, menikmati pertunjukan dari musisi lokal Weird Genius dan Ramengvrl, serta bertemu langsung dengan BOOM Esports, ambassador OMEN untuk HP Inc. Indonesia.
“HP sangat mendukung perkembangan kami sebagai sebuah organisasi esports sejak 2017. Tim kami terus mengasah skills mereka dan memfokuskan diri dalam pelatihan dengan perangkat OMEN yang powerful,” kata Gary Ongko Putera, CEO BOOM Esports. “Kami tidak sabar untuk memainkan gameplay dan melakukan yang terbaik dengan harapan mengharumkan nama Indonesia di OMEN Challenger Series ini.” BOOM Esports dan Syntax Esports adalah dua tim yang mewakili Indonesia di Grand Final.
Grand Final OMEN Challenger Series 2019 oleh HP Inc. Indonesia
Sejak pendaftaran dibuka pada Agustus 2019, tercatat lebih dari 460 tim mendaftar. Semua negara yang berpartisipasi telah melangsungkan babak kualifikasi masing-masing, dan kini tersisa 12 tim yang siap bersaing memperebutkan gelar juara. Di Grand Final, dua tim perwakilan Indonesia, BOOM Esports dan Syntax Esports, akan bersaing dengan Grayhound Gaming (Australia dan Selandia Baru), LETS QUIT (Cina), NASR Esports (India), Team Absolute (Jepang), FrostFire (Malaysia), Bren Esports (Filipina), LAZE (Singapura), Ikarus (Korea Selatan), AHQ (Taiwan), dan ALPHA RED (Thailand). Selain total hadiah, tim pemenang akan memperoleh hadiah berupa akomodasi dan tiket perjalanan untuk menonton turnamen CS:GO terbaik di Eropa 2020.
Selama acara berlangsung, semua pengunjung bisa mencoba inovasi gaming terbaru dari HP – pengunjung bisa singgah di zona experience OMEN untuk menguji kemampuan mereka menggunakan OMEN 15 Laptop yang powerful, mencoba pengalaman virtual reality, serta berlomba untuk mendapatkan rekor balap terbaik melawan pengunjung lainnya untuk memenangkan OMEN Gaming Backpack, OMEN Mindframe Headset, OMEN Mousepad 300 dan hadiah lainnya.

Para gamer juga bisa menikmati berbagai promosi khusus untuk semua jajaran laptop gaming HP selama pameran Indocomtech berlangsung, dengan hadiah aksesori gaming gratis senilai hingga Rp1.500.000. Kunjungi stan HP, yang berlokasi di A2 Hall A, di pameran Indocomtech untuk promosi lainnya mulai dari PC, printer, aksesori, serta tinta dan toner asli HP.


Selain turnamen CS:GO yang diadakan selama 3 hari, pengunjung dapat menikmati:

• Jumat, 1 November 2019, pukul 10:00 WIB: upacara pembukaan dengan 12 tim yang siap berkompetisi.

• Sabtu, 2 November 2019, pukul 16:00 WIB: kompetisi Cosplay dan Coswalk.

• Sabtu, 2 November 2019, pukul 19:00 WIB: sesi meet-and-greet dengan tim BOOM Esports

• Minggu, 3 November 2019, pukul 19:00 WIB: konser MTV Spotlight dengan pertunjukan oleh Ramengvrl dan Weird Genius.
Untuk informasi lebih lanjut tentang jadwal turnamen, kunjungi www.omengaming.co.

Untuk menyaksikan acara melalui live streaming, silakan mengunjungi halaman Facebook OMEN oleh HP.


Membangun Komunitas Gaming di Indonesia untuk Semua Gamers
Sejak OMEN by HP diluncurkan tahun 2015, HP telah secara signifikan berinvestasi untuk menghadirkan pengalaman gaming yang menyeluruh bagi komunitas gaming lokal.
HP mendukung perkembangan komunitas gaming di Indonesia melalui berbagai program dan kegiatan. Program dan kegiatan tersebut di antaranya mendukung pengembangan gaming lokal melalui Global Game Jam 2018, mensponsori turnamen Valve resmi pertama di Indonesia yaitu GESC Indonesia Dota2 Minor pada 2018, mendukung Donna Visca (game caster lokal), dan BOOM Esports (tim esports profesional), berpartisipasi di OMEN Challenger Series 2018, bekerjasama dengan Infia melalui channel @MenangGaming dan engagement platform Battle Quest untuk membantu gamer meningkatkan skill permainan, serta mengadakan eksebisi gaming pertama HP di Central Park Jakarta pada Juli 2019.
HP berinovasi dengan masukan dari komunitas gaming, dan terus membawa inovasi terbarunya untuk semua jenis gamer di Indonesia, baik yang antusias hingga gamer profesional. Portofolio gaming terbaru HP meliputi OMEN X 2S, laptop gaming berlayar ganda pertama di dunia1, OMEN 15 Laptop terbaru, dan HP Pavilion Gaming 15.
HP juga mengadakan OMEN Campus Legends, turnamen yang dibuka untuk komunitas gaming universitas dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand untuk bersaing dalam format online pada DOTA 2.
Tim dari berbagai universitas akan bersaing memperebutkan total hadiah sebesar US$3,000 di putaran final yang akan berlangsung di bulan November 2019. Menjelang Grand Final OMEN Challenger Series, HP juga mengadakan roadshow gaming ke universitas-universitas di wilayah Jabodetabek, mendidik lebih dari 500 mahasiswa tentang menempuh karir sebagai gamer dan caster profesional.

EVOS Juarai MPL ID Season 4 ini, Patahkan Kutukan di 3 Musim

Perjalanan panjang ajang kompetitif paling bergengsi untuk Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yaitu MPL Indonesia Season 4 sudah berakhir dengan babak Grand Final (26-27 Oktober 2019), setelah sebelumnya menjalankan babak Regular Season selama 8 pekan (23 Agustus – 13 Oktober 2019). Sebanyak 6 tim Mobile Legends yang berhasil meraih peringkat tertinggi di klasemen akhir Regular Season beradu strategi dan ketangkasan di panggung utama yang berlangsung di Tennis Indoor Stadium Gelora Bung Karno. Tim-tim MPL terbaik (EVOS Esports, RRQ, Alter Ego, AURA, ONIC, dan Bigetron) yang berlaga di babak Grand Final MPL ID Season 4 ini memperebutkan total hadiah lebih dari US$300,000, predikat tim Mobile Legends terbaik di Indonesia, dan 2 tiket untuk bertanding kembali di kejuaraan dunia MLBB yang bertajuk M1 World Championship 2019. Namun, langkah menuju juara tidaklah mudah karena setiap tim harus menunjukkan tensi dan ambisi untuk menjadi tim terbaik dari yang terbaik.


Panasnya pertarungan di Playoffs MPL ID S4 sudah dapat tergambarkan dari pembagian bracket pertandingan. ONIC bertemu dengan Aura sedangkan Alter Ego berhadapan dengan
Bigetron. Sementara itu, para pemimpin klasemen, EVOS dan RRQ, menunggu para pemenang di setiap pertandingan sebelumnya. Antusiasme penonton yang memadati Tennis Indoor Senayan menyambut pertarungan pertama antara sang juara MPL ID Season 3 sekaligus juara MSC 2019, ONIC Esports, melawan Aura. ONIC yang memang difavoritkan terbukti berhasil mengirim Aura keluar dari peta pertarungan. Udil dkk. sukses memupuskan asa Aura dengan kemenangan 2-0 tanpa balas. Pertarungan berikutnya menyajikan tim favorit juara lainnya yaitu Alter Ego yang berhadapan dengan Bigetron Esports. Maungzy dkk. berhasil membungkus kemenangan pertama meski tidak mudah. Skor 2-1 menutup pertandingan antara keduanya sekaligus memaksa Hexaz0r dan kawan-kawan dari Bigetron jadi tim kedua yang harus pulang di hari pertama. Keseruan MPL ID Season 4 pun belum berhenti. Kini giliran Sang Raja, RRQ, yang akan menjamu Alter Ego setelah sukses menekuk Bigetron. Alter Ego hanya membutuhkan 11 menit dan memastikan kemenangan lewat combo Maniac dari Rmitchi dan Celiboy. Tidak tinggal diam, RRQ membalas kekalahannya dengan strategi split push dari Masha milik R7. Kemenangan sang juara MPL ID Season 2 semakin meyakinkan setelah ditutup dengan wipeout dan andil Gusion dari Xin sebagai sang MVP. Sebelum hari pertama berakhir, ONIC dan Alter Ego pun berhadapan untuk menentukan tim terakhir yang harus gugur di hari pertama. Ternyata Alter Ego memang masih terlalu superior untuk ONIC. Kekalahan ini juga menjadi kenangan buruk ONIC Esports setelah menjadi raksasa yang tak terkalahkan di musim sebelumnya, saat jadi juara MSC 2019 dan MPL ID S3. El Classico antara EVOS melawan RRQ hadir sebagai hidangan pembuka untuk gelaran Playoffs MPL ID Season 4 di hari kedua. Para pecinta Mobile Legends berbondong-bondong datang memadati area Tennis Indoor Senayan yang tidak dapat menampung ramainya antusiasme penonton.


Ajang pertama dimulai dengan EVOS yang membawa kemenangan mudah terlebih dahulu. RRQ dibuat pusing dengan split push yang ditunjukkan oleh EVOS. Tentunya, RRQ tidak mau kehilangan gengsinya sebagai juara MPL ID Season 2 dan berharap adanya pertandingan ketiga. Namun EVOS kembali lagi menunjukkan kerja sama tim yang disiplin baik saat menyerang maupun bertahan. Puncaknya, agresi Lord dan wipe-out RRQ memastikan tiket grand final ketiga EVOS Esports sepanjang sejarah gelaran MPL Indonesia (Season 1, 2 dan 4). Alter Ego pun harus kembali berhadapan dengan RRQ di Lower Bracket Final. Namun entah mengapa, Alter Ego gagal menunjukkan panasnya pertandingan layaknya perjuangan mereka di hari pertama. RRQ melaju ke Grand Final setelah menggunduli Alter Ego 2-0. Pertemuan antara EVOS melawan RRQ pun kembali terjadi sebagai pertandingan pamungkas. Uniknya, pertandingan final antara EVOS vs. RRQ seolah mengulang sejarah MPL ID S2 yang digelar di JX International Convention Center, Surabaya, 17-18 November 2018.


Game pertama, RRQ memberikan kejutan dengan menggunakan strategi yang berbeda, yang terbukti ampuh membawa mereka mengamankan game pertama. Skor 1-0 untuk RRQ. Game kedua, EVOS pun jadi seolah kehilangan kepercayaan diri yang sebelumnya mereka tunjukkan saat melawan RRQ di Final Upper Bracket. Mereka seolah terlihat gamang dari awal sampai tengah pertandingan. Namun untungnya, bagi Oura dan kawan-kawannya, mereka bisa memutar balik kondisi dan memenangkan game kedua. Skor pun berubah jadi 1-1. Pertandingan antara RRQ dan EVOS kali ini sungguh mendebarkan dan sangat berbeda dengan Grand Final MPL ID S2. Pasalnya, kala itu, RRQ memang sedang berada di puncak kejayaannya dan mendominasi babak Playoffs. Nyaris semua fans MLBB, saat itu, menjagokan RRQ dan mereka terbukti menang mudah atas Rekt dan kawan-kawannya. Kali ini, di atas kertas, EVOS harusnya menang jika melihat performa mereka di Regular Season. Namun begitu, EVOS seolah mendapatkan kutukan atas MPL. Meski dari dulu diisi pemain bintang, EVOS 2x gagal di babak final (Season 1 dan 2) dan gugur di hari pertama Playoffs Season 3. Game ketiga pun dimulai. Rekt memberikan kejutan dengan menggunakan Zhask serta pemilihan Chang’e oleh Wann. Di game ketiga ini, EVOS kembali tampil lebih percaya diri dan agresif dari awal permainan. Alhasil, EVOS mengamankan poin dari game ketiga. Skor 2-1 untuk EVOS Esports. Game keempat pun harus dimainkan. EVOS memang sempat tertekan di awal permainan. Namun sejak menit 10, berkat agresifnya permainan Oura, Donkey dan Rekt, EVOS berhasil memimpin perolehan Networth dengan selisih 13K Gold. Tekanan terakhir yang diberikan oleh EVOS tak sanggup lagi dibendung oleh Lemon dan kawankawannya. EVOS pun akhirnya berhasil mengamankan piala MPL ID setelah gagal 3 Season. Mereka pun seolah menegaskan kutukan MPL ID atas EVOS hanyalah bualan semata.

Oura, satu-satunya pemain yang sejak dari MPL Indonesia S1 selalu bersama EVOS, akhirnya berhasil membawa pulang piala paling bergengsi ini. “Karena dari Season 1 sudah berjuang keras buat juara MPL, perasaan senang atas kemenangan MPL ini sungguh luar biasa.” ujar pemain yang bernama asli Eko Julianto.
Selain keseruan dan kemeriahan yang terjadi selama di lokasi acara, penonton di rumah juga tidak kalah bersemangat, dibuktikan dengan pencapaian 250ribu penonton pada live streaming di platform Facebook. Pencapaian ini tentu telah memecahkan rekor baru setelah sebelumnya tembus 200ribu pada regular season. EVOS dan RRQ juga akan mewakili Indonesia di ajang M1 World Championship 2019 yang mempertemukan 16 tim Mobile Legends terbaik dari 14 negara. Turnamen ini jadi pertama kalinya ajang kompetitif MLBB untuk tingkat dunia. M1 akan menyajikan total hadiah lebih dari US$250,000 dan diselenggarakan pada 15-17 November 2019 di Axiata Arena, Malaysia.


MPL ID S4 dipersembahkan oleh Black Shark, smartphone gaming nomor satu yang baru saja meresmikan kehadirannya di pasar Indonesia, serta DANA, dompet digital yang aman dan terpercaya.
Untuk informasi lebih lanjut, harap kunjungi https://id-mpl.com/

GRAND FINAL FREE FIRE , FIRST WARRIORS di Mall Taman Anggrek 27 Oktober 2019

FIRST WARRIORS yang digelar di enam kota di Indonesia terdiri dari kompetisi offline dan online. Untuk kompetisi offline akan dimulai dari kota Medan bertempat di Sun Plaza pada 15 September 2019, Surabaya di Galaxy Mall pada 22 September 2019, Bandung di Istana Plaza pada 29 September 2019 dan Jakarta pada 6 Oktober 2019 bertempat di Lippo Mall Puri. Sedangkan untuk kompetisi online akan dibuka pertama di kota Batam mulai 9 September hingga 13 September 2019, dan dilanjutkan di kota Semarang pada 16 September hingga 20 September 2019. Audisi finalis akan berlangsung di High Ground Cafe, PIK pada 15 Oktober hingga 26 Oktober 2019.

untuk Grand Final FIRST WARRIORS akan dilakukan di Jakarta bertempat di Mall Taman Anggrek pada 27 Oktober 2019 dan menghadirkan para juri expert di bidangnya, seperti SKYLA, Kapten Liong, Meri Olivia, dan Kulgar (duo)

Sosok “Big Six” Ujung Tombak Setiap Tim Finalis MPL ID Season 4

Menatap gelaran Grand Finals MPL ID Season 4 yang akan diselenggarakan di Tennis Indoor Senayan pada 26-27 Oktober 2019 mendatang, para tim berlomba-lomba meracik strategi terbaiknya. Ajang akbar Mobile Legends: Bang Bang yang membawa total hadiah lebih dari $300,000 ini siap diperebutkan oleh 6 tim terbaik yang melaju ke babak Playoffs. Sengitnya pertarungan dan panasnya persaingan mewarnai babak Regular Season yang sudah berlangsung selama 8 Minggu. Geek Fam dan Genflix Aerowolf menjadi korban ganasnya pertarungan para tim terbaik di panggung XO Hall MPL Arena. Bukan tanpa alasan, nama-nama tim beken yang mewarnai gelaran MPL ID sejak Season 1 masih bertengger sebagai tim favorit juara. Perjalanan sang juara bertahan selama Regular Season kali ini, ONIC Esports, terbukti menjadi gambaran betapa ketatnya persaingan menjadi tim Mobile Legends terbaik di Indonesia. Tinggal menghitung hari hingga gelaran Grand Finals MPL ID Season 4 berlangsung. Beragam permainan khas yang ditunjukkan para tim yang lolos sangat menarik untuk dibahas. Lantas, setiap tim yang lolos juga memiliki sosok “Big Six”; pemain atau pelatih yang menghadirkan perbedaan dari segi keseimbangan internal tim, komposisi draft pick hingga strategi unik yang tidak jarang membuat para penonton setia MPL ID Season 4 terhibur.
Shoutcaster MPL ID Season 4, Wibi “8KEN” Irbawanto turut memberikan pandangannya mengenai sosok yang patut diacungi jempol di balik performa tim yang berhasil lolos hingga ke babak Playoff.


Membuka obrolan hangat, Wibi justru memberikan apresiasi kepada sosok pelatih Bigetron Esports. “Ruben, pelatih dari Bigetron Esports. Selain permainan para pemain Bigetron yang memang konsisten, saya sedikit banyak memberikan kredit terhadap permainan Bigetron di first half kepada sang pelatih. Pemolesan taktik serta drafting hero terlihat banyak dialihkan kepada sang pelatih, Ruben, yang memang mantan veteran esports dengan koleksi juara yang sangat banyak. “Saya menyukai drafting dari Bigetron yang banyak menggunakan varian counter pick dalam drafting. Tujuannya untuk menghentikan laju permainan lawan. Well deserved recognition untuk sang pelatih.” Bigetron memang tercatat memiliki peringkat yang tinggi dalam urusan kinerja tim, seperti; tim dengan KDA tertinggi (5.2), partisipasi Kill terbesar kedua (63.27%) dan rata-rata game tercepat yang diselesaikan di waktu 12:38 menit. Meskipun demikian, Bigetron kurang menonjol dari individual bila disandingkan kinerja tim dan DreamS menjadi eksperimen strategi Bigetron yang setidaknya sudah menggunakan 15 hero berbeda selama gelaran Regular Season berlangsung.


Membuka obrolan hangat, Wibi justru memberikan apresiasi kepada sosok pelatih Bigetron Esports. “Ruben, pelatih dari Bigetron Esports. Selain permainan para pemain Bigetron yang memang konsisten, saya sedikit banyak memberikan kredit terhadap permainan Bigetron di first half kepada sang pelatih. Pemolesan taktik serta drafting hero terlihat banyak dialihkan kepada sang pelatih, Ruben, yang memang mantan veteran esports dengan koleksi juara yang sangat banyak. “Saya menyukai drafting dari Bigetron yang banyak menggunakan varian counter pick dalam drafting. Tujuannya untuk menghentikan laju permainan lawan. Well deserved recognition untuk sang pelatih.” Bigetron memang tercatat memiliki peringkat yang tinggi dalam urusan kinerja tim, seperti; tim dengan KDA tertinggi (5.2), partisipasi Kill terbesar kedua (63.27%) dan rata-rata game tercepat yang diselesaikan di waktu 12:38 menit. Meskipun demikian, Bigetron kurang menonjol dari individual bila disandingkan kinerja tim dan DreamS menjadi eksperimen strategi Bigetron yang setidaknya sudah menggunakan 15 hero berbeda selama gelaran Regular Season berlangsung.

“Untuk Aura Esports jatuh kepada Phoenix. Meskipun rotasi Tank mulai menjadi suatu hal yang awam di musim ini, tetapi Phoenix membawa suatu gaya bermain yang berbeda dari pemain yang lain. Dia seorang Tank yang memperhatikan ekonomi tim (jumlah minion, level, HP turret, posisi hero dan spell usage) serta fase lanning sebelum melakukan gank dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Konsep “Lane Equilibrium” atau garis tengah suatu lane menjadi identik dengan gaya bermain Phoenix yang gesit ketika melakukan gank. Hampir setiap gank yang dia lakukan selalu dalam posisi musuh yang sedang melakukan push di garis tengah lane. Konsistensi dia terhadap prinsip ganking ini menarik perhatian, serta kalkulasi dia dalam melakukan gank dapat mengubah alur permainan di awal, maka layak bila sosok Phoenix menjadi perhatian lebih di tim Aura Esports,” tutup Wibi. Phoenix tampil layaknya penyeimbang di balik kemenangan tim Aura. Meskipun tidak memuncaki statistik di dalam tim, namun pemain ini terbukti memberikan keseimbangan dengan memberikan Gold Share, Kill Participation, Assist yang merata. Pemain ini juga memberikan pembagian gold yang sesuai, tercatat hanya menorehkan 511 GPM, namun mengamankan lahan farming untuk sang Marksman, Alive yang memiliki 730 GPM.

“Rekt is a definite powerhouse for EVOS, dia melambangkan era baru untuk EVOS yang tidak pernah membawa piala selama 3 Season terakhir. Dengan Rekt sebagai ujung tombak tim yang selalu memberikan performa konsisten selama Season ini. Saya pribadi punya banyak harapan terhadap EVOS yang sedang terlahir kembali.” EVOS Esports menjadi tim favorit juara sejak Season 1 berlangsung. Bahkan, tim Harimau Putih ini sudah mencicipi pertandingan puncak di Season 1 dan 2. Namun kegagalan di partai final seakan menjadi kutukan yang terus menghantui tim EVOS meskipun diisi komposisi pemain yang berpengalaman. Rekt tampil layaknya obat atas masalah tim EVOS yang kurang tajam di lini serang. Mantan pemain Bigetron tersebut mampu mengantongi KDA tertinggi (6.9) di EVOS, pemain dengan Kill terbanyak kedua (188), dan pemain dengan GPM tertinggi di angka 778 gold per menit.

“ONIC Esports? Definitely Udil. Meskipun tidak begitu banyak ter-highlight di antara “ombak permasalahan”, ONIC tetap sang pemegang titel tim Mobile Legends terbaik di dunia sampai hari ini — setidaknya sebelum M1 yang akan digelar tanggal 15-17 November 2019. Bisa dibilang tim ONIC banyak terpusat dari power play yang kerap dilakukan oleh Udil. Jika ia bisa membawa 120% kemampuannya lagi, maka ia bisa tampil layaknya seorang Hokage dengan kekuatan rubah ekor sembilan. Tentu ONIC bisa menjadi tim yang amat sangat ditakuti pada babak Playoff mendatang,” tambah Wibi yang ternyata juga seorang wibu. Selama ini ONIC Esports memang sepenuhnya masih mengandalkan sosok Udil. PR dari tim landak kuning ini terpusat pada menjaga serta memberikan farming sebanyak-banyaknya pada Udil. Kemampuan farming yang cepat akan memberikan keuntungan di segi level, damage dan item. Eksekusi pada peperangan di awal game menjadi gaya agresif yang diterapkan ONIC. Tercatat, Udil hampir merajai seluruh aspek yang ditorehkan oleh tim ONIC, mulai dari Gold per Minute, KDA, Damage per Minute hingga Kill Participation.

“Untuk tim Rex Regum Qeon saya pilih Lemon. Salah satu pemain mechanical Mage terbaik yang pernah ada di ranah esports Mobile Legends: Bang Bang. Sang pemain ikonik tersebut ingin membuktikan bahwa dia dan RRQ bisa kembali ke tahta juara layaknya penampilan mereka di MPL Season 2. Banyak yang harus dibuktikan oleh Lemon di Season 4 dan babak Playoff ini akan menjadi panggung untuk membuktikan kembali ke dunia bahwa dirinya memang pantas berada di tahta juara.” RRQ sendiri menjadi salah satu tim dengan pemain terbanyak, yaitu 10 orang. Pembagian jatah bermain serta variasi strategi yang ditunjukkan kerap membuat lawan kebingungan. Namun Lemon masih menjadi pusat perhatian sebagai Mage yang wajib disegani. Meskipun demikian, tidak terlalu banyak statistik mencolok dari Lemon mengingat kolaborasinya dengan Tuturu di setiap pertandingan yang berlangsung. Lemon menempati posisi kedua di seluruh statistik dan data yang ditorehkan RRQ selama gelaran Regular Season berlangsung. RRQ juga mengandalkan Lemon sebagai “pedang kedua” bila Tuturu gagal dalam beberapa clash yang berlangsung.

“Dan yang terakhir Alter Ego, The Dark Horse. Tim yang selalu mengalami kesulitan menembus juara satu, walau selalu mengekori para juara setiap Season di penampilan gelaran MPL. Celiboy menjadi pemain yang layak ditonton di tim Alter Ego.
The Miracle Boy berjasa banyak dalam meletakkan Alter Ego sebagai tim peringkat ketiga di Regular Season. Jika performa Celiboy dan para pemain Alter Ego lainnya bisa konsisten dibawa hingga babak Playoff, bukan tidak mungkin MPL Season 4 menjadi trofi perdana tim Alter Ego,” tutup caster dengan nickname 8KEN tersebut. Bukan rahasia lagi bahwa Celiboy menjadi pemain yang paling memberikan kesan selama gelaran Regular Season berlangsung. Pemain yang menjadi Rising Star ini membukukan berbagai data dan statistik menarik mengalahkan para pemain yang sudah terkenal. Sebut saja status sebagai pemain dengan Kill terbanyak (215) selama gelaran MPL Regular Season. Meskipun demikian, tubuh tim Alter Ego secara keseluruhan memang dalam kondisi yang prima. Bahkan sang Tank, LeoMurphy juga menggeser torehan “Raja Assist” dari RRQ.Vyn dengan jumlah 306 Assist. Patut dinantikan performa Alter Ego yang siap menggetarkan panggung utama Grand Finals MPL ID Season 4 dengan roster bermutunya. Tentu sosok “Big Six” harus menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk meraih gelar tim Mobile Legends: Bang Bang terbaik di Indonesia. Gengsi dan ambisi setiap tim untuk mengukuhkan gelar juara MPL Indonesia Season 4 akan tersaji di babak Playoff yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan.
Mampukah ONIC Esports mengembalikan gengsinya sebagai tim terbaik dunia dan mempertahankan gelar juara MPL? Sanggupkah EVOS Esports menjaga kans juara yang terbangun sejak babak Regular Season? Atau, prediksi juara baru dari tim-tim papan tengah akan terwujud dengan berbagai kejutan menarik? Jangan lupa, saksikan langsung gelaran Grand Finals MPL ID Season 4 di Tennis Indoor Senayan pada tanggal 26-27 Oktober 2019 karena acara ini gratis! Dapatkan pula hadiah berupa diamonds selama acara untuk penonton yang beruntung.

RRQ.Lemon Sabet Gelar MVP pada Regular Season MPL Musim Ini

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Ikhsan “Lemon” dari tim Rex Regum Qeon? Rasanya sudah dapat ditebak ketika namanya menjadi salah satu calon Blackshark Most Valuable Player (MVP) pada Regular Season MPL Indonesia Season 4. Periode voting telah berlangsung dari tanggal 12 hingga tanggal 21 Oktober 2019 dimana tidak hanya para fans yang turut berpatisipasi tetapi juga para caster dan media.
Berdasarkan hasil vote, Ikhsan “Lemon” dinobatkan sebagai Blackshark MVP Regular Season MPL Indonesia Season 4 yang kemudian disusul oleh EVOS.Rekt di peringkat kedua dan AE.Celiboy di peringkat ketiga.
Lemon adalah salah satu ikon nasional Mobile Legends: Bang Bang yang sudah dikenal komunitas dan pecinta esports sejak lama, namun prestasinya di musim ini memang patut diacungi dua jempol. Kembalinya Lemon ke role asalnya yaitu mid-laner, menandai bangkitnya Rex Regum Qeon yang sempat terpuruk di minggu pertama Regular Season, menjadi salah satu dari dua tim yang menempati peringkat teratas klasemen.
Tidak sedikit pemain yang kehilangan daya magisnya setelah bermain kompetitif cukup lama, namun Lemon tetap menunjukkan bahwa dirinya masih punya spirit untuk menjadi yang terbaik, dan memang layak untuk dipilih sebagai MVP.
Hal unik yang ditemukan adalah adanya perbedaan dalam pemilihan MVP. Dari tiga kategori pemilih, Lemon paling banyak dipilih oleh fans, sedangkan Rekt menjadi favorit di kalangan caster, dan Celiboy meraih peringkat tertinggi dari rekan-rekan media. Hmm, menarik bukan?
Setujukah kalian dengan terpilihnya Lemon sebagai MVP pada Regular Season MPL Season 4?

PUBG CORPORATION MENGUMUMKAN DETAIL PUBG GLOBAL CHAMPIONSHIP 2019

GAMEHOLIC.ID, SANTA MONICA – October 17, 2019 – PUBG Corporation hari inimembuka detail penuh tentang 2019 PUBG Global Championship (PGC), yang menjadi puncak PUBG Esports season pertama. PGC akan diadakan selama 3 minggu,  dimulai dengan Group Stage (Nov. 8-10) dan Semifinals (Nov. 15-17) yang diadakan di OGN Super Arena di Manhattan Beach, CA. Kompetisi ini akan ditutup dengan Grand Finals (Nov. 23-24) di Oakland, CA saat tim-tim terbaik ini bertemu di Oakland Arena untuk memperebutkan total hadiah setidaknya senilai $2 Juta dan kesempatan untuk mendapatkan gelar 2019 PUBG Global Champions.

Mulai 5 Nov, Player dapat berdandan dan merayakan PGC dengan berbagai macam in-game items eksklusif, dengan 25% dari penjualan akan ditambahkan kedalam prizepooll PGC senilai 2 Juta Dollar, meningkatkan taruhan dan mendukung para tim secara langsung. Dan juga dengan setiap pembelian PGC item apapun, players dapat mendapatkan kesempatan untuk bergabung di PGC Pick’Em Challenge event, dimana mereka mendapatkan kesempatan untuk memprediksi tim yang menang. Jika kalian menebak secara tepat, player akan mendapatkan hadiah eksklusif PGC, yang tidak bisa didapatkan di tempat lain. Detail lebih lanjut akan diumumkan dikemudian hari

PGC Item termasuk:

  • PGC 2019 Clothing Set – $14.99 USD
    • PGC 2019 Headgear
    • PGC 2019 Mask
    • PGC 2019 Tactical Hoodie
    • PGC 2019 Combat Pants
    • PGC 2019 Sneakers
    • PGC 2019 Braces and Smartwatch
  • PGC 2019 Combat Set – $14.99 USD
    • PGC 2019 Helmet (Level 2)
    • PGC 2019 Backpack (Level 2)
    • PGC 2019 Parachute
  • PGC 2019 M416 Weapon Skin – $9.99 USD
  • PGC 2019 Dacia Skin – $9.99 USD
  • PGC 2019 Bundle – $29.99 USD
    • Semua 11 item diatas
  • PGC 2019 “Victory Dance” Emote – $2.99 USD

Selama Grand Final (Nov. 23-24), PGC pre-show broadcast akan dimulai pada 4:30 PM PST, diikuti oleh official broadcast pada 5 PM PST. Players dapat membeli tiket saat mereka mulai dijual  pada 14 Oktober 10 AM PDT di Ticketmaster. Player yang hadir juga akan mendapatkan merchandise ekslusif, aktivitas khusus dan masih banyak lagi.

PUBG Global Championship mengumpulkan semua tim terbaik dari PUBG Esports League di seluruh dunia PUBG Korea League (PKL), PUBG SEA Championship (PSC), North American National PUBG League (NPL), PUBG Europe League (PEL), dan Chinese PUBG Champions League (PCL).Grup stage akan menampilkan 32 tim, dan 8 tim terbawah akan didiskualifikasi setelah 3 hari.Semifinal akan menampilkan 24 tim sisanya, sebelum 8 tim akan disingkirkan. Grand Finals akan menampilkan 16 tim yang tersisa bertarung di Oakland Arena selama 2 hari, dengan 6 match per-harinya, hingga satu tim muncul sebagai 2019 PUBG Global Champion.

Datang ke SUPERCELL Gamers Day dan Dapatkan Ribuan Hadiah Menarik

Jakarta, 16 Oktober 2019 – Sukses dengan tiga gim andalannya, SUPERCELL akan mengadakan perhelatan pesta khusus untuk para usernya di Indonesia pada pekan ini dalam acara Supercell Gamers Day, 18-20 Oktober 2019 di Mall Taman Anggrek.

Selain mengadakan Final Turnamen SUPERCELL Gamers Day untuk gim Clash of Clans, Clash Royale dan Brawl Stars event ini juga akan membagikan hadiah – hadiah untuk para pengunjung, antara lain; Merchandise khusus SUPERCELL Gamers Day, LINE official Merchandise, dan paket wisata ke event Global Game Exhibition G-Star di Busan Korea Selatan.

Kesempatan memenangkan hadiah dapat diikuti oleh seluruh pengunjung dengan mendapatkan Flyer event SUPERCELL Gamers Day, mengisi form yang tersedia di flyer tersebut dan melakukan lucky draw. Kemudian para pengunjung yang mengikuti proses lucky draw akan mendapatkan stempel acara selama persediaan hadiah masih tersedia.

Untuk paket perjalanan ke event G-Star, pengunjung wajib menginstall salah satu dari tiga gim SUPERCELL dan mengisi form dalam kupon yang tersedia pada flyer event. Terdapat tiket pulang pergi, Akomodasi dan tiket masuk ke Global Game Exhibition G-Star 2019. Tiga orang user dari gim Clash of Clans, Clash Royale dan Brawl Stars akan dipilih menjadi pemenang.

Selain pertandingan esports, dan Giveaway, pengunjung event SUPERCELL Gamers Day juga akan disuguhkan penampilan khusus dari DJ USA, band legendaris J-Rock, dan reuni alumni atau ex-JKT48 (Jessica Veranda, Nadhifa Salsabila, Shania Junianatha, Andela Yuwono, Elaine Hartanto, Grimonia Martha Graciela, Cindy Gulla, Sendy Ariani). Jadi tunggu apa lagi, ayo datang dan ramaikan akhir pekan kamu di Mall Taman Anggrek Bersama SUPERCELL!

RRQ Epic Kembali Juarai PBNC 2019 Season 2

Jakarta, 16 Oktober 2019 – PBNC 2019 Season 2 telah diselenggarakan di Basketball Hall GBK selama dua hari yaitu pada tanggal 11-12 Oktober sudah berakhir. Ada 22 Tim yang bertanding di hari pertama untuk memperebutkan posisi pertama di PBJL dan PBLC serta 2 perwakilan Indonesia yang akan bertanding di keesokan harinya pada PBIC 2019.

Pada pertadingan final PBJL, Raftel Youth yang merupakan Juara 1 regional Jakarta dihadapkan dengan Korsa yang merupakan Juara 1 regional Palembang. Tim Korsa memberikan perlawanan sengit pada Raftel Youth yang juga merupakan Juara Bertahan PBJL Season 1. Tetapi, Raftel Youth masih terlalu tangguh dan mampu mendominasi permainan di Blowcity kepada Tim Korsa.

Selain itu, PBLC diakhiri dengan pertarungan sengit antara Evos Galaxy Sades MRN dan The Prime Noki iNEA. Setelah melewati pertarungan yang sangat sengit, Evos Galaxy Sades MRN berhasil mempertahankan gelar Ratu Point Blank setelah mengalahkan The Prime Noki iNEA dengan skor 2-0 di map Provence dan Downtown. Dengan begitu, Evos Galaxy Sades MRN berhasil menjadi juara kembali dan masih mempertahankan juara berturut-turut mereka, dimana setiap tahun mereka terus menjuarai ajang PBLC.

Dan terakhir pada PBNC, kita telah mendapatkan 2 perwakilan Indonesia yaitu RRQ EPIC dan The Prime RSNC, dimana RRQ EPIC mengalahkan Chemical Gaming dan The Prime RSNC mengalahkan RRQ Endeavour di Semi Final. RRQ EPIC bertemu dengan The Prime RSNC di Final dalam partai Best of Three, dimana sebelumnya mereka juga pernah bertemu pada Final PBNC 2019 Season 1 lalu.

Persis seperti season sebelumnya juga, RRQ EPIC berhasil mengalahkan The Prime dan mempertahankan gelar juara bertahan mereka. Apakah RRQ EPIC, EVOS Galaxy Sades dan Raftel Youth dapat mempertahankan gelar bertahan mereka pada season mendatang? Sampai berjumpa di PBNC 2020

PIALA PRESIDEN ESPORTS 2020 Resmi Bergulir

JAKARTA, 14 Oktober 2019 – Rangkaian turnamen esports kasta tertinggi di Indonesia, Piala Presiden Esports 2020, resmi bergulir. Ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan Piala Presiden Esports setelah ajang perdananya meraih sukses pada awal tahun ini.

Tahapan dimulai dengan seremoni Kick Off Piala Presiden Esports 2020 yang digelar di Tennis Indoor Stadium, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Minggu (13/10). Kick Off Piala Presiden ini juga digelar bersamaan dengan babak Grand Final Turnamen Free Fire Indonesia Masters Season 2.

Hadirnya Piala Presiden Esports 2020 tidak terlepas dari dukungan pemerintah terhadap esports melalui kolaborasi antara Kantor Staf Presiden (KSP), Kementerian Pemuda dan Olahraga, Badan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Ketua Panitia Penyelenggara Piala Presiden Esports, Giring Ganesha, mengatakan, Piala Presiden Esports 2020 merupakan komitmen bersama pemerintah dengan berbagai pihak untuk mengembangkan dan memajukan esports di Indonesia. Oleh karena itu, penyelenggaraan Piala Presiden Esports 2020 membawa tagline #EsportsUntukNegeri.

“Hari ini secara resmi kita memulai seluruh rangkaian Piala Presiden Esports 2020. Dengan harapan besar bahwa esports dan atlet-atlet esports di Indonesia akan terus berkembang dan membawa prestasi bagi bangsa. Kita menunjukan dan membuktikan bahwa dalam esports, Indonesia bisa dan Indonesia juara!” ungkap Giring Ganesha.

Berbeda dengan gelaran perdana, ada peningkatan level turnamen dalam Piala Presiden Esports 2020. Dari sebelumnya merupakan kejuaraan nasional yang diikuti atlet-atlet esports Tanah Air, kali ini meningkat menjadi level regional Asia Tenggara. Piala Presiden Esports 2020 juga akan diikuti para atlet esports negara-negara tetangga yaitu Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Kamboja.

Kehadiran Piala Presiden Esports 2020 juga menambah sistem kompetisi berjenjang yang dibutuhkan esports sebagai cabang olahraga. Hal ini sejalan dengan komitmen Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mengembangkan esports di berbagai kejuaraan multievent seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA Games, dan Asian Games.

Federasi Esports Indonesia, Lembaga Independen Untuk Wujudkan Standarisasi Ekosistem Esports Indonesia Telah Diresmikan

Jakarta, 8 Oktober 2019 – Federasi Esports Indonesia (FEI) yang merupakan lembaga esports independen di Indonesia telah resmi dibentuk. FEI didirikan untuk membina, mengembangkan, dan menjamin keadilan esports Indonesia. Organisasi ini terwujud sebagai hasil kerjasama para professional team owners, cybercafe, event organizer, esports player, game developer, serta publisher. Beberapa inisiatif yang akan digarap oleh FEI adalah proses regenerasi melalui aktivitas grassroots, kompetisi esports, standarisasi kualitas acara esports, dan kontrak pemain esports profesional.

Di Indonesia, esports mulai berkembang secara signifikan saat warung internet (warnet) mulai menjamur. Berawal dari game PC dan konsol, esports di Indonesia kemudian merambah ke ranah mobile dengan perkembangan pemain dan fans yang jauh lebih pesat. Seiring dengan kemajuan teknologi, game yang dipertandingkan dalam esports kian beragam sehingga mendorong pertumbuhan industri menjadi semakin memuncak. Apalagi kejuaraan olahraga paling bergengsi se-Asia, yaitu Asian Games juga sudah resmi menjadikan esports sebagai salah satu cabang olahraga sejak tahun 2018 lalu.

Kini, pihak yang terlibat dalam sebuah kejuaraan esports bukan hanya sebatas pemain, game publisher, penyelenggara, dan juga penggemar, namun juga pihak sponsor. Industri ini berhasil memikat berbagai brand, baik brand endemik maupun non-endemik untuk berinvestasi pada esports. Keterkaitan stakeholder yang semakin kompleks ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku untuk mewujudkan standarisasi demi meningkatkan mutu dalam ekosistem esports.

Namun, hingga saat ini belum ada organisasi yang benar-benar serius menggarap persoalan ‘rumah tangga’ esports di Indonesia. Berangkat dari persoalan tersebut, beberapa perwakilan team owner, event organizer, cybercafe, professional players, dan esports enthusiasts berinisiatif untuk mendirikan Federasi Esports Indonesia (FEI), sebuah lembaga esports independent yang didirikan untuk membina, mengembangkan, dan menjamin keadilan esports Indonesia.

“Esports bukan lagi sekadar hobi, tetapi sudah menjadi industri profesional yang harus dikelola secara profesional pula. Sebagai pelaku bisnis yang masih aktif terjun langsung di dunia esports, kami berkomitmen untuk selalu menghadirkan langkah nyata dalam membangun ekosistem esports Indonesia. Melalui FEI, kami berupaya untuk menerapkan inklusivitas esports, dimana semua esports enthusiasts dapat bergabung di FEI. Lembaga ini bukan hanya untuk player, tetapi juga EO, media, coach, dan talent lainnya seperti caster dan influencer. Semua dapat menjadi anggota FEI dengan mendaftar (sign up) di website https://federasiesportsindonesia.com/.” ujar Giring Ganesha, President Federasi Esports Indonesia.

Mengemban nilai-nilai esports yang sportif, kompetitif, dan fair, FEI berkomitmen untuk memberi kontribusi langsung secara positif baik dari sisi pemain, event organizer, team owner, talent, profesional kreatif, game publisher, stakeholder, serta masyarakat umum. Di tahap awal berdirinya, FEI akan melakukan beberapa inisiatif, seperti proses regenerasi melalui aktivitas grassroots, kompetisi esports, standarisasi kualitas acara esports, dan kontrak pemain esports profesional.

- Advertisement -
<

APLICATIONS

Audition AyoDance Kini Hadir dalam Versi Mobile

Jakarta - Perkembangan teknologi yang begitu cepat serta kecenderungan meningkatnya ketergantungan Gen Y atau generasi milenial dalam memanfaatkan telepon selular mendorong bermunculannya aplikasi yang...

HOT NEWS