GameHolic – Menjadi atlet esports profesional tidak berarti harus mengesampingkan pendidikan. Pesan ini menjadi salah satu fokus dalam talkshow “Mimpi Besar, Sekolah Kelar: No Drop Out, Just Level Up” yang digelar di SMAN 1 Jakarta pada Jumat (25/9).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari inisiatif Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang turut mendapat dukungan dari UniPin. Acara ini membahas pentingnya keseimbangan antara prestasi olahraga, pendidikan, dan pengembangan talenta muda.
UniPin Soroti Pentingnya Pendidikan bagi Atlet Esports
UniPin terlibat dalam kegiatan tersebut melalui Debora Imanuella, Senior VP Community and Media Networks UniPin Global, yang bertindak sebagai moderator.
Dari perspektif industri esports, perjalanan menjadi atlet profesional membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan bermain. Atlet muda juga perlu memiliki disiplin, kemampuan mengatur waktu, komunikasi, etika, serta kemauan untuk terus belajar.
“Menjadi Atlet dan mengejar prestasi bukan berarti harus meninggalkan pendidikan,” ujar Debora Imanuella.
Menurutnya, pendidikan dapat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan talenta muda menghadapi berbagai tahap dalam perjalanan karier. Karena itu, ekosistem esports perlu memberi ruang bagi generasi muda untuk berkembang dalam prestasi sekaligus keterampilan.
Pengalaman Shogun Membagi Waktu antara Kuliah dan Esports
Pesan tersebut turut disampaikan melalui pengalaman Shogun Dylont “Shogun” Ananda Setya Hurahira, atlet esports dari Bigetron by Vitality yang saat ini menempuh pendidikan di UPN Veteran Jakarta.
Dalam talkshow, Shogun membagikan pengalamannya membagi waktu antara kuliah, latihan, kompetisi, dan aktivitas sebagai atlet profesional.

Ia menilai pendidikan tetap memiliki peran penting bagi atlet esports. Selain mendukung proses belajar, pendidikan juga dapat membantu membangun kemampuan komunikasi dan etika.
Shogun juga mengajak para pelajar untuk berani mengejar passion, mencoba hal baru, dan memberikan usaha terbaik di bidang yang mereka tekuni.
Sekolah Punya Peran dalam Pengembangan Atlet Muda
Dukungan terhadap atlet muda juga perlu datang dari lingkungan pendidikan. Dra. Fauro Sartana, Kepala SMAN 1 Jakarta, menyampaikan bahwa sekolah perlu mendukung perkembangan siswa di bidang akademik maupun non-akademik.
Keduanya dapat berjalan beriringan dan saling melengkapi. Hal tersebut juga tercermin dari berbagai pencapaian siswa SMAN 1 Jakarta di berbagai bidang.
Pesan ini menjadi bagian penting dari gerakan “Mimpi Besar, Sekolah Kelar: No Drop Out, Just Level Up”. Prestasi olahraga dan pendidikan dinilai dapat berjalan bersama tanpa harus mengorbankan salah satunya.
Ekosistem Esports Perlu Mendukung Talenta Muda
Dalam kegiatan tersebut, pentingnya dukungan ekosistem bagi atlet muda juga disampaikan oleh Defrizal Siregar, Wakil II Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta, serta Lindsey Afsari Puteri, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden.
Dukungan tersebut mencakup peran sekolah, organisasi olahraga, pemerintah, industri, dan berbagai pihak terkait. Kolaborasi lintas sektor dinilai dapat membantu atlet muda mengembangkan potensi sekaligus mempersiapkan masa depan mereka.
Lindsey juga menyoroti Asta Cita ke-4 Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mencakup pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan prestasi olahraga.
Pendidikan Tetap Penting Setelah Karier Kompetitif
Karier sebagai atlet esports memiliki fase kompetitif yang dapat berubah seiring waktu. Karena itu, pendidikan dan keterampilan lain dapat menjadi bekal bagi atlet untuk menghadapi berbagai peluang setelah masa kompetitif.

Bagi generasi muda yang ingin menekuni esports, kemampuan bermain dapat menjadi salah satu modal. Namun, disiplin, komunikasi, manajemen waktu, pendidikan, dan kemampuan beradaptasi juga menjadi bagian dari pengembangan karier jangka panjang.
Melalui dukungannya terhadap program ini, UniPin menegaskan pentingnya kolaborasi antara industri esports, sekolah, organisasi olahraga, dan pemerintah.
Pesan utamanya sederhana: punya mimpi besar di esports, tetapi pendidikan tetap harus berjalan.
































