GameHolic – SMAN 5 Ambon tampil sebagai juara Garena Youth Championship (GYC) 2025 Free Fire setelah mendominasi Grand Finals di Pos Bloc Jakarta.

Dengan torehan 115 poin dan satu Booyah, mereka resmi menjadi tim Free Fire pelajar terkuat tahun ini.

Perjalanan dari Terpuruk ke Puncak

Tahun lalu, SMAN 5 Ambon hanya mampu finis di peringkat 12 karena grogi dan kurangnya komunikasi. Namun 2025 menjadi tahun kebangkitan.

Dari City Qualifiers hingga Regional Qualifiers, mereka tampil stabil dan mengumpulkan 127 poin dan tiga Booyah, mengamankan tiket ke Grand Finals.

Komunitas Free Fire Ambon juga berperan penting, memberikan latihan intensif, pembinaan disiplin, dan pendampingan mental agar para pemain lebih siap menghadapi tekanan panggung nasional.

Pelatih mereka, Stefan Helyos Rikumahu, menekankan pentingnya mental juara:

“Tahun lalu megang HP saja gemetar. Tahun ini fokus kami adalah disiplin dan mental. Apa pun hambatannya, fokusnya tetap juara.”

Pertarungan Sengit di Grand Finals

Sejak ronde awal, SMAN 5 Ambon tampil percaya diri. Ronde keenam menjadi titik penting saat mereka memimpin dengan 94 poin, disusul SMKN 2 Palangka Raya.

Pada ronde ketujuh, lawan utama tereliminasi lebih cepat, membuka peluang bagi SMAN 5 Ambon untuk mengamankan Booyah penentu kemenangan.

Sebagai juara, mereka mendapatkan:

  • Rp30 juta dana pendidikan
  • Beasiswa 8 semester di Universitas Ciputra
  • Golden Ticket menuju Play-ins FFNS 2026 Spring

Turnamen yang Utamakan Keseimbangan Akademik

GYC 2025 Free Fire diikuti pelajar SMP–SMA dari seluruh Indonesia dan didukung Kemendikdasmen RI, Kemenpora RI, serta PB ESI. Turnamen ini mendorong keseimbangan antara prestasi esports dan pendidikan.

Setiap peserta wajib memiliki nilai rapor minimal 65, menegaskan bahwa prestasi gaming harus berjalan seiring prestasi akademik.