GameHolic – Dalam rangka memperingati Hari Gim Nasional, UniPin meluncurkan kampanye “Bangga Main Lokal: Kolaborasi Lintas Industri untuk Negeri”.

Didukung oleh Kementerian Ekonomi Kreatif (EKRAF), kampanye ini menghadirkan semangat baru dalam industri kreatif Indonesia dengan menyatukan dua sektor besar: game dan F&B (makanan & minuman).

Kolaborasi Game dan Kuliner: Inovasi Unik untuk Cinta Produk Lokal

Salah satu gebrakan utama dari kampanye ini adalah penggabungan pengalaman bermain game dengan kuliner lokal.

Lewat skema bundling dan promosi khusus, pelanggan bisa mendapatkan item eksklusif dalam game atau top-up melalui pembelian produk F&B. Sebaliknya, pengunjung F&B juga diperkenalkan dengan game-game lokal lewat berbagai kanal interaktif.

Menghadirkan Pelaku Industri Lokal Terbaik

Kampanye ini menggandeng sejumlah developer game Indonesia seperti Anantarupa Studios, Lentera Nusantara, Gaco Games, dan Ikan Asin Productions, serta brand F&B lokal seperti Esteh Indonesia.

Hal ini menegaskan bahwa game bukan hanya media hiburan, tetapi juga menjadi ruang eksplorasi budaya dan identitas nasional.

Dukungan Pemerintah dan Komitmen UniPin

Irene Umar, Wakil Menteri EKRAF

Peluncuran resmi inisiatif ini berlangsung di acara Indonesia Gaming Week (8/8) yang bertempat di Blok M Hub Jakarta, dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti:

  • Irene Umar (Wakil Menteri EKRAF)
  • Rahayu Saraswati (Wakil Ketua Komisi VII DPR RI)

Ashadi Ang, CEO UniPin, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar kampanye, tetapi bentuk nyata dari komitmen jangka panjang.

Ashadi Ang, CEO UniPin

“Kami ingin kolaborasi lintas industri ini menjadi kunci agar Bangga Main Lokal bukan hanya slogan, tapi gerakan bersama.” ungkapnya.

UniPin juga membuka peluang ekspansi global bagi pelaku industri lokal, dengan jaringan yang sudah menjangkau lebih dari 34 negara.

Menuju Masa Depan Ekonomi Kreatif Indonesia

Melalui kampanye Bangga Main Lokal, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mencintai produk lokal dan mendorong kolaborasi lintas sektor. Ini adalah langkah konkret untuk membangun masa depan ekonomi kreatif Indonesia yang lebih kuat dan inklusif.