GameHolic – Perkembangan industri perfilman, baik nasional maupun internasional, kini semakin pesat. Hal ini mendorong para sineas untuk menghadirkan karya dengan kualitas visual yang tinggi.
Untuk mencapai standar tersebut, dibutuhkan teknologi dan perangkat komputasi yang mumpuni. Melihat kebutuhan ini, ASUS berkolaborasi dengan Mahakarya Pictures dan DOSS Guava XR Studio dalam produksi film terbaru berjudul Pelangi di Mars.
Sinopsis Film Pelangi di Mars
Pelangi di Mars merupakan film fiksi ilmiah yang mengambil latar masa depan, tepatnya pada tahun 2090. Cerita ini mengikuti kehidupan seorang anak yang menjadi manusia pertama yang lahir dan tumbuh di Planet Mars.

Film ini menjadi debut penyutradaraan panjang dari Upie, yang sebelumnya dikenal melalui karya dokumenter dan video musik. Dengan konsep unik dan cerita emosional, film ini menawarkan pengalaman berbeda bagi penonton Indonesia.
Menggunakan Teknologi XR dan Virtual Production
Salah satu daya tarik utama film ini adalah penggunaan teknologi Extended Reality (XR) dan metode produksi hybrid. Teknik ini menggabungkan pengambilan gambar nyata dengan lingkungan virtual 3D secara real-time.
Melalui dukungan DOSS Guava XR Studio, tim produksi mampu:
- Menciptakan dunia futuristik Mars secara langsung saat syuting
- Menggabungkan visual nyata dengan elemen digital
- Mempercepat proses produksi tanpa mengorbankan kualitas
Teknologi ini memungkinkan sutradara dan kru melihat hasil akhir secara langsung di lokasi syuting, sehingga proses kreatif menjadi lebih efisien.
Peran ASUS ProArt dalam Produksi Film
Untuk mendukung proses produksi yang kompleks, tim menggunakan lini perangkat ASUS ProArt. Produk ini dirancang khusus untuk kreator profesional seperti filmmaker, desainer, dan animator.

Beberapa keunggulan ASUS ProArt dalam produksi film ini:
- Performa tinggi untuk rendering dan pengolahan grafis
- Akurasi warna tinggi untuk kebutuhan color grading
- Stabilitas kerja untuk proyek skala besar
Perangkat ini digunakan dalam berbagai tahap produksi, mulai dari pembuatan aset visual, pengolahan lingkungan 3D, hingga finalisasi warna film.
Gala Premiere dan Perjalanan Produksi 5 Tahun
Kolaborasi teknologi ini diperkenalkan secara resmi melalui acara gala premiere yang digelar di Epicentrum XXI.
Acara ini menjadi momen penting karena:
- Menandai selesainya proses produksi selama lebih dari lima tahun
- Memperkenalkan dunia futuristik Mars kepada publik
- Mendapatkan respons positif dari para undangan
Atmosfer futuristik yang dihadirkan dalam film juga menjadi daya tarik tersendiri dalam acara tersebut.
Daftar Pemain dan Pengisi Suara
Film ini menghadirkan sejumlah aktor dan aktris ternama Indonesia, seperti:
- Messi Gusti
- Lutesha
- Rio Dewanto
- Livy Renata
Selain itu, karakter robot dalam film diisi oleh pengisi suara seperti:
- Gilang Dirga
- Kristo Immanuel
Kombinasi aktor dan pengisi suara ini menambah daya tarik film bagi berbagai kalangan penonton.
Jadwal Tayang di Bioskop Indonesia
Setelah mendapatkan apresiasi positif saat premiere, Pelangi di Mars dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026.
Film ini menghadirkan petualangan lintas planet yang penuh imajinasi, sekaligus pesan inspiratif tentang masa depan dan kemanusiaan.
Kesimpulan
Pelangi di Mars menjadi salah satu film Indonesia yang menghadirkan inovasi teknologi dalam proses produksinya. Kolaborasi antara ASUS, Mahakarya Pictures, dan DOSS Guava XR Studio menunjukkan bahwa industri film lokal mampu bersaing dengan standar global.
Dengan dukungan teknologi XR, virtual production, dan perangkat profesional ASUS ProArt, film ini menawarkan pengalaman visual yang imersif dan berkualitas tinggi.
Bagi pecinta film sci-fi dan teknologi, Pelangi di Mars adalah tontonan wajib di tahun 2026.






























