GameHolic – UniPin kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem gaming dan esports yang aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk pelecehan.

Komitmen tersebut disampaikan melalui partisipasi UniPin dalam Forum Pencegahan Kekerasan Seksual di Industri Olahraga yang diselenggarakan KONI Pusat pada 9 Juli 2026.

Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan olahraga untuk menyusun pedoman pencegahan pelecehan seksual di lingkungan olahraga Indonesia, termasuk sektor esports yang terus berkembang.

KONI Susun Pedoman Pencegahan Pelecehan Seksual

Forum dipimpin oleh Wakil Ketua Umum VI KONI Pusat, Josef Adrianus Nae Soi. Dalam diskusi tersebut, para peserta sepakat bahwa industri olahraga membutuhkan regulasi yang tegas, mekanisme perlindungan korban yang jelas, serta penegakan sanksi yang memberikan efek jera.

Menurut Josef, olahraga seharusnya menjunjung tinggi sportivitas, rasa hormat, dan nilai kemanusiaan. Karena itu, tidak boleh ada ruang bagi kekerasan maupun pelecehan dalam ekosistem olahraga.

UniPin Soroti Tantangan Pelecehan di Dunia Esports

Mewakili industri gaming dan esports, Debora Imanuella, SVP Community and Media Networks UniPin Global sekaligus Ketua Bidang Komunikasi PB Esports Indonesia (PB ESI), menyoroti bahwa pelecehan seksual masih menjadi tantangan nyata.

Bentuk pelecehan yang sering terjadi meliputi:

  • Cat calling.
  • Komentar bernuansa seksual.
  • Pelecehan verbal di dalam game (in-game harassment).
  • Intimidasi.
  • Penyalahgunaan relasi kuasa.
  • Kekerasan fisik.

Debora menegaskan bahwa perilaku tersebut tidak boleh lagi dianggap sebagai bagian dari budaya kompetitif di industri esports.

Menurutnya, keamanan seluruh pelaku industri harus menjadi prioritas utama. Tidak ada prestasi yang sebanding dengan hilangnya rasa aman seseorang.

Komitmen UniPin Membangun Ekosistem Esports Aman

Melalui UniPin Community, perusahaan telah menjalankan berbagai program untuk menciptakan lingkungan gaming yang lebih aman dan inklusif.

Beberapa inisiatif yang telah dilakukan antara lain:

  • Charity Match Kartini Day Ladies Showdown bersama Riot Games Southeast Asia sejak 2021.
  • Kampanye Girls Can Compete bersama MPL Indonesia pada Hari Kartini 2022.
  • UniPin Ladies Series (ULS), turnamen esports khusus perempuan yang memberikan ruang kompetisi yang aman, suportif, dan inklusif.

Melalui berbagai program tersebut, UniPin terus mendorong kesetaraan gender, meningkatkan partisipasi perempuan di esports, serta mengampanyekan lingkungan bermain yang bebas dari pelecehan dan diskriminasi.

Edukasi dan Penegakan Aturan Dinilai Sama Pentingnya

Debora menilai bahwa penyusunan pedoman oleh KONI Pusat merupakan langkah strategis. Namun, regulasi tidak cukup hanya menjadi dokumen kebijakan.

Ia menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan, mekanisme pelaporan yang mudah diakses, perlindungan terhadap korban, serta penegakan sanksi yang konsisten terhadap pelaku.

Dengan penerapan pedoman tersebut, seluruh insan olahraga, termasuk pelaku esports, diharapkan dapat beraktivitas dalam lingkungan yang aman, saling menghormati, dan terlindungi.

Melalui kolaborasi dengan KONI Pusat dan berbagai pemangku kepentingan, UniPin memperkuat komitmennya untuk membangun ekosistem gaming dan esports yang aman, inklusif, serta berintegritas untuk terciptanya lingkungan esports yang menjunjung tinggi rasa hormat, kesetaraan, dan perlindungan bagi seluruh pelaku industri.