GameHolic – Setelah hampir satu dekade sejak rilis, Rocket League akhirnya akan menghadirkan sistem anti-cheat resmi.

Developer Psyonix mengumumkan bahwa mulai update April di Season 22, game ini akan menggunakan Easy Anti-Cheat (EAC) untuk meningkatkan keamanan dan kualitas kompetitif.

Langkah ini menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sejarah Rocket League, terutama bagi pemain PC.

Alasan Rocket League Tambah Easy Anti-Cheat

Implementasi EAC bertujuan untuk:

  • Mendeteksi dan memblokir cheater secara real-time
  • Meningkatkan sistem deteksi bot
  • Mencegah serangan DDoS
  • Menjaga integritas pertandingan ranked dan turnamen

Selama ini Rocket League dikenal relatif bersih, tetapi peningkatan jumlah bot dan eksploit membuat sistem keamanan tambahan dianggap perlu. EAC akan berlaku untuk pemain PC di Epic Games Store dan Steam.

Apakah Masih Bisa Pakai Mod?

Ya, tetapi dengan batasan tertentu. Pemain PC akan bisa memilih menjalankan Rocket League dengan EAC aktif atau nonaktif.

Jika EAC Aktif:

  • Wajib untuk bermain online (ranked, private match, tournament)
  • Mod tidak dapat dijalankan

Jika EAC Nonaktif:

  • Bisa menggunakan mod
  • Bisa bermain offline
  • Bisa LAN multiplayer dan split-screen
  • Bisa training dan edit replay

Konten komunitas seperti map Steam Workshop tetap bisa dimainkan baik dengan EAC aktif maupun nonaktif. Namun, jika ingin menjalankan mod tambahan, EAC harus dimatikan.

Untuk organizer turnamen, Psyonix juga membuka kemungkinan izin khusus agar akun tertentu dapat bermain online tanpa EAC demi kebutuhan produksi seperti custom kamera dan overlay.

Dukungan Steam Deck dan Linux Tetap Aman

Berbeda dari beberapa game lain yang kehilangan dukungan Linux setelah integrasi anti-cheat, Rocket League tetap mendukung:

  • Steam Deck
  • Sistem operasi Linux
  • Proton compatibility layer

Artinya, pemain yang menggunakan Steam Deck atau Linux tetap bisa bermain online dengan EAC aktif.

Ini menjadi nilai tambah besar bagi komunitas PC.

Fitur Baru Terinspirasi Mod

Menariknya, Psyonix juga mengintegrasikan beberapa fitur populer dari komunitas mod langsung ke dalam game, antara lain:

  • Tampilan MMR di dalam game
  • Update pada custom training
  • Indikator flip reset opsional
  • Konten bertema mod lainnya

Langkah ini menunjukkan bahwa developer tidak hanya membatasi mod, tetapi juga mengadopsi fitur terbaiknya secara resmi.

Dampak untuk Scene Kompetitif

Dengan hadirnya Easy Anti-Cheat, Season 22 diprediksi akan membawa:

  • Ranked yang lebih bersih
  • Pengurangan bot dan cheater
  • Stabilitas server yang lebih baik
  • Pengalaman kompetitif yang lebih adil

Bagi pemain yang serius push rank, update ini bisa menjadi momentum positif untuk kompetisi yang lebih sehat.

Season 22 berpotensi menjadi salah satu era terpenting bagi Rocket League dengan hadirnya sistem Anti-Cheat. Meski ada pembatasan mod saat bermain online, pemain tetap diberi fleksibilitas untuk menggunakan mod secara offline.

Dengan dukungan Steam Deck dan Linux yang tetap berjalan, serta hadirnya fitur mod-inspired secara resmi, update ini terasa sebagai kompromi yang cukup seimbang antara keamanan dan kreativitas komunitas.