Gameholic – Komitmen Samsung di Indonesia melampaui kontribusi ekonomi semata. Selama lebih dari tiga dekade kehadirannya, perusahaan ini secara konsisten berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia unggul. Melalui dua inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) utama, yaitu Samsung Solve for Tomorrow (SFT) dan Samsung Innovation Campus (SIC), Samsung secara aktif mendorong generasi muda. Fokus dari program-program ini adalah pembekalan keterampilan digital seraya memfasilitasi penciptaan solusi inovatif yang memberikan dampak positif dan nyata bagi masyarakat luas.

Solve for Tomorrow: Belajar Teknologi, Hadirkan Solusi
SFT adalah kompetisi yang menantang siswa dan mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu STEM dalam menjawab persoalan sosial. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2023, program ini langsung mencatat partisipasi tinggi dan bahkan membuat Samsung meraih penghargaan Platinum Award di ajang Global CSR & ESG Summit 2024.
Antusiasme terus meningkat. Pada 2025, jumlah pendaftar mencapai lebih dari 2.600 peserta dengan tema yang semakin relevan: teknologi untuk keberlanjutan lingkungan dan sport-tech untuk perubahan sosial. Hasilnya, lahir ide-ide kreatif, mulai dari inovasi energi terbarukan hingga solusi olahraga inklusif.

Innovation Campus: Membekali Keterampilan Digital
Sementara itu, SIC hadir sejak 2019 sebagai wadah pembekalan intensif di bidang Coding, IoT, dan Artificial Intelligence (AI). Program ini dirancang untuk mempersiapkan generasi muda agar siap menghadapi tantangan industri global. Hingga 2025, lebih dari 20.000 pelajar dan mahasiswa telah mengikuti pelatihan ini, termasuk ratusan guru yang mendapat manfaat dari training of trainers.
Karya inovatif dari para peserta pun terus bermunculan. Misalnya, Tim PawPal dari BINUS yang menciptakan perangkat IoT untuk mengurangi screen time anak-anak, hingga Tim Daely dengan sistem deteksi kantuk berbasis AI dan IoT yang mengantarkan mereka meraih penghargaan di ajang Asia Pacific ICT Alliance Awards (APICTA) 2024.

Inovasi Nyata dari Generasi Muda
Program SFT dan SIC telah melahirkan berbagai karya inspiratif:
- Alat deteksi risiko jantung Portable Kit D-Dimer Level Detector (Universitas Brawijaya).
- Aplikasi pendeteksi karies gigi Dentalint (UGM).
- HandsTalk, aplikasi penerjemah bahasa isyarat (SMAN 1 Sidoarjo).
- Platform deteksi gejala demensia (MAN Insan Cendekia Serpong).

Komitmen Jangka Panjang
Menurut Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, program ini merupakan bukti konsistensi Samsung dalam mendukung perjalanan Indonesia menuju masyarakat digital. Ribuan pelajar dan mahasiswa telah mendapatkan pengalaman langsung bagaimana teknologi bisa menjadi solusi nyata untuk lingkungan sekitar mereka.
Melalui SFT dan SIC, Samsung ingin memastikan bahwa potensi besar generasi muda Indonesia tidak hanya tersalurkan, tetapi juga berkembang menjadi inovasi yang berdampak luas, inklusif, dan berkelanjutan.

































